khoping hoo kangzusi com. ebook in progress kangzusi com. 20 orang terkaya di indonesia data terbaru juni 2018. daai tv wikipedia bahasa indonesia ensiklopedia bebas. dunia kang ouw asmaraman s kho ping hoo. sexy three kingdoms website resmi sexy three kingdoms Kami Telah Pindah ke Tokopedia Bukalapak dan Shopee June 23rd, 2018 - Kami Telah BuKek Siansu adalah sebuah karakter khayalan hasil karya Kho Ping Hoo. Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut Anak Ajaib (Sin Tong) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum ceritasilat kho ping hoo komik, buku cersil kho ping hoo, daftar karya kho ping hoo baca online gratis, dunia kang ouw download pendekar buta, serial raja pedang pendekar buta, siluman gua tengkorak toko buku kho ping hoo jual buku, bajrakirana kho ping hoo nurseta satria karang tirta, pendekar buta AsmaramanSukowati Kho Ping Hoo (juga dieja Kho Ping Ho, Hanzi: 許平和; pinyin: Xǔ Pínghé, lahir di Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926 - meninggal 22 Juli 1994 pada umur 67 tahun) adalah penulis cersil (cerita silat) yang sangat populer di Indonesia. Kho Ping Hoo dikenal luas karena kontribusinya bagi literatur fiksi silat Indonesia Dalamsebuah webinar bertajuk "Kho Ping Hoo dalam Dunia Cerita Silat", salah satu putri Kho Ping Hoo menceritakan bagaimana kehidupan ayahnya sebelum dan selama menjadi penulis cerita silat. Tina Asmaraman (Kho Tien Nio), puteri ketiga Kho Ping Hoo tersebut mengatakan ayahnya adalah pria keturunan Tionghoa dan Jawa. Dari akta kelahirannya Namunini bukan suatu halangan bagi pembaca novel Kho Ping Hoo yang memang sebagian besar tidak pernah sampai ke daratan Tiongkok itu. Kho Ping Hoo seri suling emas. 0 commenti. Nama Bu kek Sian Su terakhir kali muncul di dunia Kangouw pada kisah "Istana Pulau Es" KhoPing Ho dilahirkan di Sragen, Jawa Tengah pada 17 Agustus 1926 dan meninggal dunia pada 22 Juli 1994 dalam usia 67 tahun. Kho Ping Hoo hanya menyelesaikan pendidikan kelas 1 Hollandsche Inlandsche School (HIS). Meski demikian Ia amat gemar membaca, sebagai langkah awal kemahirannya menulis. ceritasilat. pendekar tanpa bayangan cerita silat kho ping hoo. download dunia hoo kangouw kho online pdf ping. dunia kang ouw download pendekar tanpa bayangan bu eng cu. pendekar tanpa bayangan toko buku kho ping hoo jual Koleksi Cerita Semrawut Cerita Buah Karya Asmaraman S Kho May 1st, 2018 - SERIAL PENDEKAR TANPA BAYANGAN Bu Eng Cu 1 zllNd2. Dunia Kangouw - Mungkin rata-rata orang tahu situs ini, belakangan beberapa kali saya mengakses situs cerita silat Dunia Kangouw, tetapi tidak bisa, awalnya saya pikir hanya down, tetapi setelah beberapa minggu, nampaknya situs penyedia cerita silat ini benar sudah dihapus oleh 31 maret 2022 di kolom komentar ada yang menjelaskan bahwa situs download cersil Dunia-kangouw bukan dihapus pemiliknya pak Edwin, tetapi karena melanggar kebijakan google blogspot milik google, mungkin masalah lisensi dan hak cipta, sehingga di hapus google. Seperti diketahui selain cersil, juga ada komik barat dan lainnya, mungkin itu yang kena masalah ini akan membuat semakin sedikitnya cara akses ke cerita silat di masa depan, karena dunia-kangouw merupakan tempat download cersil paling besar di Indonesia. Mau baca kho ping hoo atau chin yung? terpaksa harus lewat jalur kangouw merupakan bahasa hokkien dari Jianghu 江湖, yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi 'sungai dan telaga', atau 'sungai dan danau', yang secara harafiah berarti dunia yang diketahui bahwa topik cerita silat semakin menurun setiap tahunnya, era jaya keemasan dari tahun 1950-1990an sudah tidak bisa bangkit kembali. Padahal dulu saking banyak peminatnya, ada majalah khusus topik cersil seperti rimba hijau. Sudah jarang ada yang menulis cersil seperti Kho Ping Hoo, ataupun yang menerjemahkan / menyadur cersil mandarin, mungkin almarhum Tjan ID adalah penyadur aktif terakhir. Pihak percetakan pun ogah menerbitkan buku baru karena yang beli ada Kangzusi yang dikelola oleh Dewi KZ, biarpun situs ini masih tetap bisa diakses, tetapi bagian download novel cerita silat sudah tidak bisa sama sekali, saya pernah dengar situs tersebut pernah terkena ddos attack yang menyebabkan akun tempat simpan file di suspen. Jadi sekarang Kangzusi hanya sebagai museum informasi database judul cerita demikian, website Kang Zusi dan blogspot Dunia Kangouw sudah tidak bisa, maka sudah tidak ada lagi situs yang menyediakan download cersil, jadi cuma bisa membaca secara online seperti di Wattpad, Indozone, dan lainnya ataupun download di facebook grup Forum Berbagi E-book, kolektor ebook, atau Telegram grup sempat ada milis yahoo group bernama Mstjersil tempat saling berdiskusi dan berbagi informasi membahas seputar cersil, tapi kemudian yahoo memutuskan untuk menutup layanan Yahoo Group setelah 19 tahun eksis. Pengertian milis yang berarti mailing list pun sendiri saya lihat sudah tidak terurus, bahkan search engine mesin pencari-nya sudah error tidak diperbaiki selama beberapa gambar dengan komunitas internasional?Nasibnya sama saja, dulu saya ingat ada banyak forum aktif yang ramai pengunjung dan anggota saling membahas dan diskusi; sebut saja Wuxiamania Phorumz, yang dibuat oleh temujin, juga Wuxiapedia yang menggunakan gaya wikipedia dalam menyajikan informasi yang isinya sangat detail tidak bisa ditemui disitus manapun. Sebelum itu, saya juga pernah dengar ada old JinYong forum sebelum zaman spcnet, tapi saya tidak tahu seperti apa forum ini cuma ada Spcnet yang rasanya tinggal menunggu waktu sebelum ditutup, karena admin atau pemiliknya sudah menghilang lama tidak nampak batang hidungnya selama beberapa paling menyedihkan jika forum sebagus spcnet ditutup adalah informasi yang berharga didalamnya, dan karena banyak post bermutu, terlalu banyak sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan backup semuanya. Mirip kejadian saat penutupan Wuxiapedia ataupun forum-forum yang disebut diatas, bukan hanya artikel bagus, tapi juga novel hasil terjemahan bebas berbagai pihak pun hilang tidak bisa diakses lagi karena tidak ada yang sempat back-up, benar-benar hilang dari peredaran di dunia maya. Paling yang masih tampak adalah judul-judul cerita silat terkenal seperti dari Jin Yong atau Gu informasi penting dan juga novel terjemahan akan menjadi abu yang tertiup spcnet, mungkin sebagai cadangan, para pencinta wuxia hanya bisa berkumpul di " , forum " . dan facebook group. Tapi ya disitu sepi, tidak akan bisa seramai zaman dulu dengan komunitas Tiongkok? karena disitu adalah kampung halamannya, saya lihat forum utama seperti kedai teh Jin Yong masih Cerita Silat Menurun PopularitasnyaMenurut opiniku, penyebabnya adalah kegemaran masyarakat untuk membaca buku sudah menurun, orang lebih gemar bermain gadget, social media di ponsel, game ataupun aktivitas lainnya. Dulu tidak ada itu, sehingga orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan muda zaman sekarang pun lebih memilih untuk menonton serial drama wuxia ataupun film, dibanding membaca buku. Menurut mereka lebih menyenangkan menonton dari layar dibanding membaca dan membolak-balik isi lagi sekarang adalah zaman digital, semua serba download, selain tidak perlu capai dan repot ke toko buku, bisa dapat gratis lagi, jadi orang enggan membeli. Karena sedikitnya pendapatan, para penyadur pun malas, penerbit buku pun tidak mau rugi mencetak novel cersil yang jarang pembeli. Lihat saja Robi Wijaya yang tahun 2014 menerjemahkan 'Trilogi Pendekar Rajawali' yang menggunakan edisi revisi terakhir edisi 3 dan kemudian diterbitkan oleh Gramedia, karena kurang laku sehingga hanya menerjemahkan tiga judul itu, padahal dia sudah memiliki lisensi untuk judul novel Jin Yong genre Cerita Silat di China masih cukup banyak penulisnya, tetapi mayoritas sudah memilih genre XianXia ataupun Xuanhuan yang lebih fantasi, sedangkan genre Wuxia tradisional atau klasik sangat sedikit jumlahnya, jika ada yang menulisnya pun judul tersebut tidak bisa menjadi terkenal seperti genre xianxia atau xuanhuan. - Sebelum menyanyikan lagu “Teman Kawanku Punya Teman”, Iwan Fals sengaja memasukkan obrolan dia dan kawan-kawannya sebagai pembuka lagu tersebut. Terdengar suara tawa berkali-kali di sela percakapan. Di tengah obrolan itu seseorang berkata, “kuliah cari ijazah.” Ucapan tersebut disambut tawa. Lalu lagu pun dimulai. Seperti disinggung lewat celetukan tadi, lagu ini berkisah tentang seorang mahasiswa yang mendapatkan ijazah tanpa kerja keras, yaitu dengan cara mengupah orang untuk mengerjakan skripsi. Salah satu kegemarannya adalah membaca cerita silat Kho Ping Hoo. Hal tersebut terdapat dalam bait kedua lagu tersebut yang berbunyi “Kacamata tebal, maklum kutu buku. Ngoceh paling jago, banyak baca Kho Ping Hoo.” Kho Ping Hoo atau Asmaraman Sukowati adalah seorang pengarang cerita silat yang karyanya teramat banyak. Dalam satu judul, ia bisa membuatnya hingga puluhan jilid. Sebagai contoh, kisah yang berjudul Sang Megatantra, ia membuatnya sampai 42 jilid. Leo Suryadinata mencatat dalam Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia 1996, bahwa karya Kho Ping Hoo sekurang-kurangnya adalah 180 judul buku. Jika angka “sekurang-kurangnya” itu dikali 30 rata-rata jumlah jilid per satu judul buku, maka minimal Kho Ping Hoo memiliki buah buku yang asli sebelum dilipatgandakan untuk dijual ke pasaran. Baca juga Komik Siksa Neraka Saleh Belum Tentu, tapi Pasti Bikin Ngeri Kisah Komikus Tatang S. Mengangkat Cerita Rakyat Jelata Berkelana dari Kota ke Kota Layaknya seorang pendekar dalam dunia persilatan yang sering digambarkan berkelana, Khoo Ping Hoo pun melakukan hal yang sama sebelum ia terkenal. Ia berkali-kali pindah tempat tinggal karena desakan situasi yang terus berubah. Asmaraman dilahirkan di Sragen, Jawa Tengah, pada 17 Agustus 1926. Sempat sekolah di HIS Hollands Inlandsche School, dan sebentar di MULO Meer Uitgebreid Lager Onderwijs. Setelah dewasa, karena menurutnya Sragen hanya bisa memberinya pekerjaan sebagai penarik becak, akhirnya ia pindah ke Kudus. Di Kota Kretek, ia diterima sebagai mandor di sebuah pabrik rokok. Saat Jepang masuk, ia pindah ke Surabaya dan menjadi penjual obat keliling. Namun lagi-lagi karena situasi di kota itu bergolak karena perang revolusi, ia akhirnya kembali ke Sragen. Dan kota kelahirannya masih seperti dulu saat mula-mula ia tinggalkan, masih tak memberinya peluang penghidupan yang lebih baik. Ia lalu memutuskan membawa istri dan anak-anaknya pindah ke arah barat, yaitu ke Tasikmalaya. Menurut Nana Suryana Sobarie, peneliti Sastra Tionghoa peranakan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, yang ia kutip dari majalah Jakarta Jakarta, di Tasikmalaya Kho Ping Hoo mendapat kepercayaan dari seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa angkutan barang. Kariernya terus menanjak sampai akhirnya diangkat menjadi ketua serikat pengusaha jasa angkutan barang se-Tasikmalaya. Berbeda dengan dua kota sebelumnya yang sempat ia singgahi sebentar, di salah satu kota di Priangan Timur yang tenang itu ia kerasan hingga tinggal cukup lama, yakni enam tahun dari 1958 sampai 1964. Di sana pula minat lamanya pada dunia tulis-menulis mulai timbul lagi dan berkembang. Bersama para penulis lokal kota tersebut, ia mendirikan majalah Teratai yang dijadikan wadah bagi komunitas penulis. Untuk mendorong penjualan Teratai, mereka punya ide untuk memuat cerita-cerita silat yang waktu itu diminati masyarakat. Kho Ping Hoo lalu menghubungi Oej Kim Tiang, seorang penulis dan penerjemah cerita silat yang sudah terkenal untuk menyumbangkan karyanya. Namun permintaan tersebut ditolak si penulis. “Karena Oej Kim Tiang menolak permintaannya, ia mencoba menulis sendiri—bukan menerjemahkan seperti Oej Kim Tiang, karena ia tidak menguasai bahasa Tionghoa dengan baik,” tulis Sobarie dalam harian Pikiran Rakyat edisi 10 November 2014. Setelah itu lahirlah karya cerita silat bersambungnya yang pertama, Pedang Pusaka Naga Putih Pek Liong Pokiam pada 1958. Karya ini disukai pembaca, lalu menyusul berturut-turut cerita lain yang diterbitkan oleh Penerbit Analisa, Jakarta, seperti Si Teratai Merah 1959, Sepasang Naga Berebut Mustika 1960, Pendekar Bodoh 1961, Pedang Ular Merah 1962, Pendekar Sakti 1962, dan Pedang Penakluk Iblis 1962. Menyadari karya-karyanya laris manis di pasaran, Kho Ping Hoo yang punya pengalaman sebagai pedagang, segera mengambil peluang ini dengan mendirikan perusahan percetakan umum bernama Jelita. Sejumlah karyanya yang pernah diterbitkan di majalah Selecta, Monalisa, dan Roman Detektif, ia kumpulkan dan terbitkan sendiri. Namun usahanya lewat Jelita terpaksa berumur pendek, karena pada 1963 Tasikmalaya dilanda kerusuhan rasial yang banyak memakan korban warga keturunan Tionghoa, termasuk dirinya yang kehilangan sejumlah harta yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun di kota tersebut. Setahun setelah kerusuhan, ia memutuskan untuk meninggalkan Tasikmalaya dan pindah ke Solo . Meski harta benda habis dan sejak zaman Jepang berkali-kali dirundung kekacauan di perantauan, ia tak lantas putus asa. Di Solo, ia mencoba bangkit dan menata kembali hidupnya. Kho Ping Hoo terus menulis dan bersama anak-anaknya mendirikan bisnis percetakan dan penerbitan bernama CV Gema pada tahun juga Usaha Menyilatkan Dunia dan Menduniakan Silat Cerita-Cerita Panas Motinggo Busye yang Mengungkit Syahwat Masa Kejayaan Si Pendekar “Ia lebih hebat dari saya. Ia tidak dapat membaca aksara Cina, tetapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Ceritanya asli dan khas, sangat sulit ditandingi,” ujar Gan Kok Liong, maestro penerjemah cerita silat Cina dalam Bayang Baur Sejarah Sketsa Hidup Penulis-penulis Besar Dunia 2003 karya Aulia A. Muhammad. Sepanjang kiprahnya menulis cerita silat, dalam catatan Nana Suryana Sobarie dalam artikel “Reproduksi Buku Kho Ping Hoo” Pikiran Rakyat edisi 10 November 2014, Kho Ping Hoo menulis 152 judul buku yang terdiri dari 127 cerita silat berlatar Tiongkok, dan 25 cerita silat berlatar Indonesia Jawa. Sedangkan Leo Suryadinata menyebut angka 180 judul buku. Terlepas dari perbedaan angka tersebut, semua karya Kho Ping Hoo laris di pasaran. Permintaan yang luar biasa banyak dari konsumen dapat dipenuhi oleh CV Gema yang dijalankan oleh Kho Ping Hoo dan anak-anaknya. Mereka menerapkan kontrol ketat dalam memproduksi dan memasarkan buku produksinya. Bapak dan anak ini mengerjakan banyak hal, mulai dari menulis, menyunting, merancang, mencetak, hingga mendistribusikannya ke agen atau toko buku yang ada di kota-kota besar di Indonesia. “Cerita-cerita silat Kho Ping Hoo digarap lewat metode kejar tayang. Tidak ada karya Kho Ping Hoo yang diluncurkan ke publik sesudah ceritanya selesai ditulis; semuanya digarap jilid demi jilid lewat model kerja paralel,” tulis Sobarie. Ia menambahkan, meski dikerjakan dengan cara seperti itu, tapi Kho Ping Hoo hampir tidak pernah mengalami kendala teknik yang berarti. Hal tersebut menurut Bunawan, salah seorang ahli waris Kho Ping Hoo seperti dikutip Sobarie, karena ia memiliki ringkasan cerita yang tengah dikerjakan. Ringkasan tersebut dibuat berdasarkan bagian atau jilid yang sudah selesai. Di sana terdapat nama-nama tokoh, asal-usulnya, ciri fisiknya, sifat-sifatnya, atribut yang dipakainya, dan lain-lain. Dengan cara seperti itu, karya Kho Ping Hoo yang rata-rata tiap judul berjumlah 30 jilid dan berisi berbagai nama tokoh, nama tempat, waktu, dan peristiwa, dapat dihindarkan dari kekeliruan dan tumpang tindih penulisan. Menurut Sobarie, secara garis besar semua cerita silat Kho Ping Hoo berbicara tentang kewajiban utama manusia dalam hidupnya, yaitu mencegah dan membasmi kejahatan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Marcel Bonneff dalam Komik Indonesia 2001 yang menulis bahwa dalam cerita silat, pendekar sejati ditakdirkan menjalani kehidupan yang berbeda dengan manusia kebanyakan, yakni membela kebenaran dan keadilan sebuah tugas yang melekat pada dirinya. “Tugas membela kebenaran dan keadilan tidak mengenal ikatan ruang dan waktu, ia wajib menyelesaikan segala persoalan itu. […] Satu hal yang tidak terhindarkan, tugas seorang pendekar teramat dekat dengan kematian karena takdir hidupnya memang mesti dilalui dengan jalan pedang, membunuh atau terbunuh,” tulisnya. Dan para pendekar dalam cerita silat Kho Ping Hoo tak lepas dari nalar tersebut. Setiap saat mereka harus berhadapan dengan persoalan-persoalan ketidakadilan yang harus mereka menangkan. Di lapangan bisnis, seperti halnya para pendekar tersebut, karya-karya Kho Ping Hoo berhasil memikat dan memenangkan hati para pembacanya. Dalam Kho Ping Hoo & Indonesia 2012 yang disunting oleh Ardus M. Sawerga, Kho Ping Hoo mengungkapkan alasannya kenapa ia banyak menulis cerita silat, yaitu untuk mencurahkan hati dan melepaskan persoalan penindasan yang ada di dalam batinnya. Hal tersebut kiranya timbul karena hampir sepanjang hidupnya ia didera berbagai peristiwa yang merawankan perasaannya, mulai dari zaman Jepang, revolusi, sampai kerusuhan rasial yang meletus pada 1963 di Tasikmalaya dan menyeretnya untuk terus-menerus berpindah tempat tinggal. “Dalam kehidupan sehari-hari saya sering menjumpai ketidakadilan, penindasan, dan kerakusan, tapi saya hanya bisa marah dalam hati. Untuk mengkritik saya tidak memiliki keberanian. Lewat cerita silat saya bisa mengkritik tanpa harus menyakiti perasaan siapapun,” tuturnya. Lewat para pendekar yang hidupnya dilalui dengan jalan pedang, ia hendak mengajak para pembacanya bukan lewat silatnya, melainkan melalui kehidupan para tokohnya, suka duka kehidupannya dalam menghadapi, mempelajari, menyelidiki, dan menanggulangi persoalan ketidakadilan yang terjadi di 22 Juli 1994, tepat hari ini 24 tahun yang lalu, Kho Ping Hoo meninggal di Tawangmangu. Pendekar itu telah mengakhiri jalan pedangnya. - Humaniora Penulis Irfan TeguhEditor Nuran Wibisono Reads 688,504Votes 8,068Parts 136Complete, First published Jan 10, 2017Table of contentsTue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Tue, Jan 10, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017Wed, Jan 11, 2017BUKU 3. CINTA BERNODA DARAHThu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017Thu, Jan 12, 2017BUKU 6. KISAH PENDEKAR BONGKOK TAMATFri, Jan 13, 2017BUKU 7. PENDEKAR SUPER SAKTI IFri, Jan 13, 2017BUKU 7. PENDEKAR SUPER SAKTI II TAMATFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS IFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS IIFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS IIIFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS IVFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS VFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS VIFri, Jan 13, 2017BUKU 8. SEPASANG PEDANG IBLIS VII TAMATFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI IFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI IIFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI IIIFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI IVFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI VFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI VIFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI VIIFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI VIIIFri, Jan 13, 2017BUKU 9. KISAH SEPASANG RAJAWALI IX TAMATFri, Jan 13, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI IWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI IIWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI IIIWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI IVWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI VWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI VIWed, Jan 18, 2017BUKU 10. JODOH RAJAWALI VII TAMATWed, Jan 18, 2017BUKU 11. SULING EMAS & NAGA SILUMAN IWed, Jan 18, 2017BUKU 11. SULING EMAS & NAGA SILUMAN IIWed, Jan 18, 2017BUKU 11. SULING EMAS & NAGA SILUMAN IIIWed, Jan 18, 2017BUKU 11. SULING EMAS & NAGA SILUMAN IVWed, Jan 18, 2017BUKU 11. SULING EMAS & NAGA SILUMAN V TAMATWed, Jan 18, 2017BUKU 12. KISAH PARA PENDEKAR PULAU ES IWed, Jan 18, 2017BUKU 12. KISAH PARA PENDEKAR PULAU ES IIWed, Jan 18, 2017BUKU 12. KISAH PARA PENDEKAR PULAU ES IIIWed, Jan 18, 2017BUKU 12. KISAH PARA PENDEKAR PULAU ES TAMATWed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017BUKU 14. KISAH SI BANGAU PUTIHWed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017BUKU 15. KISAH SI BANGAU MERAHWed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017Wed, Jan 18, 2017BUKU 17. PUSAKA PULAU ES IWed, Jan 18, 2017Bu Kek Siansu adalah sebuah karakter khayalan hasil karya Kho Ping Hoo, dan merupakan serial bersambung terpanjang terbaik di samping seri Pedang Kayu Harum Siang Bhok Kiam. Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut Anak Ajaib Sin Tong karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid. Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong. Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw sungai-telaga dengan nama Pulau Es yang konon Istana yang ada di pulau es terdapat banyak sekali kitab-kitab sakti.. Kelak Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar tsunami?. Dia kemudian disebut-sebut sebagai manusia dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi. Ilmu yang didapat Kam Bu Song Suling Emas bersumber darinya. Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kam Han Ki, Maya dan Khu Siauw Bwee. Nama Bu kek Sian Su terakhir kali muncul di dunia Kangouw pada kisah "Istana Pulau Es" Cerita silat Serial Bu Kek Siansu diawali dengan episode Bu Kek Siansu pada pagi yang indah di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San Gunung Seribu Bunga. Terjadi perebutan seorang anak ajaib Sin Tong oleh beberpa tokoh persilatan yang sangat terkenal namun ditolong oleh Raja Istana Pulau Es dan menjadi muridnya yang kelak menjadi manusia setengah dewa ... Cerita ini berlangsung hampir seribu tahun dan berakhir pada episode ke 17 yaitu seri Pusaka Pulau Es.6pendekar