TUTORIAL Membuat Analisa UsahaTani Tanaman Jagung diharapkan bisa Memberikan wawasan dan menuntun petani agar bisa membuat analisa usaha tani sendiri khususn Pengembangan usaha tani jagung memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam pembangunan nasional dan regional, serta terhadap ketahanan pangan dan perbaikan perekonomian (Muhammad, 2014). Data yang dikumpulkan meliputi potensi wilayah, luas panen, produksi, produktivitas, sarana produksi (benih, pupuk, pestisida), penggunaan tenaga kerja, produksi, dan pendapatan yang diperoleh dalam usahatani jagung hibrida yang ditanam pada seluas 1 ha. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerimaan paling tinggi mencapai Rp 32.400.000,- pada Usahatani kedelai merupakan peluang usaha yang menarik untuk dilakukan baik dari segi teknis budidaya yang relatif mudah dilakukan, maupun peluang pasar yang masih sangat luas. 2. Usahatani kedelai masih menguntungkan. 3. Usahatani kedelai sangat layak untuk dilakukan. 4.2 Saran 1. Penilaian kelayakan usaha oleh pihak perencana (investor) lebih banyak didasarkan pada analisis finansial untuk mengetahui rencana kegiatan tersebut layak atau tidak layak untuk dijalankan dalam menentukan pengambilan keputusan. Sebagai contoh analisa usaha tani jagung dapat dilihat sebagai berikut : Profit Investasi Pertanian Tahun 2011 I 7 Pendapatan Petani di Hasil analisis R/C ratio usahatani tumpangsari Kabupaten Sragen” jagung dan wijen adalah sebesar 1,86, sedangkan R/C ratio pada usahatani monokultur jagung sebesar 1,66. Berdasarkan hasil analisis R/C ratio tersebut menunjukkan bahwa usahatani tumpangsari jagung dan wijen lebih efisien dibandingkan usahatani monokultur Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diterima oleh petani tani adalah Rp. 3.735.939 Kg/Ha dan penerimaannya selama satu musim tanam yaitu sebesar Rp. 9.766.979 Kg/Ha. Kata Kunci : analisis pendapatan, usahatani, jagung manis analisis data secara kualitatf dan kuantitatif, diperoleh hasil total biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani padi sistem tanam jajar legowo dan sistem tanam tegel pada musim 1 memiliki perbedaan sebesar 2,56% dan pada musim kedua sebesar 0,70%. Produksi yang dihasilkan pada ushatani padi sistem tanam jajar dbltG.