MatanKitab Dardir - Terjemah Sunda, kitab yang mengisahkan tentang kejadian Isra dan mi'raj Rasulullah Solallohu Alaihi Wasallama Addeddate 2020-10-24 05:43:08 PeristiwaIsra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian orang. Aqidah; Manhaj silahkan merujuk ke kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2968 dan 3598 dan Shahih Muslim nomor 162-168 dan juga kitab-kitab hadits lainnya yang menyebutkan kisah ini. Terdapat Nama Penulis : Syaikh Salim bin Abdullah bin Said bin Abdullah bin Sumair Al Hadrami Al Yamani. Kitab : Nailur Raja Syarah Safinatun Najah. Bahasa : Arab. Halaman : 319. Cetakan : Darud Diya' (Kuwait) Tahun Cetak : Cetakan Pertama 1439 Hijriah / 2018 Masehi. Korektor : Dr. Mustofa bin Hamid bin Hasan bin Sumaith. File : PDF. JUDUL KITAB: Al-Isra' wal Mi'raj. PENULIS: Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya'rawi. PENERBIT: Maktabah As-Sya'rawi. TAHUN: - TEBAL: 140 halaman. SPACE: 2.87 MB. LINK DOWNLOAD PDF: Kitab Al-Mar'ah fil Qur'an Mutawalli ===== Syaikh Sya'rawi juga mengkritik hipotesa lama dunia kesehatan modern yang pernah menyimpulkan asi tidak lebih baik daripada Judul: Isra' Mi'raj Judul Asli: Al Isra' wa Al Mi'raj Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam as-Suyuthi Alih Bahasa: Arya Noor Amarsyah Penerbit: Qisthi Press ISBN: 978-979-1303-29-3 Tebal: 200 hlm Tahun terbit: Juli 2010 Cetakan: Kedua belas Genre: Agama Islam, Aqidah Rating: 3/5 Ada banyak informasi yang beredar di kalangan umat Islam terkait peristiwa Isra' […] KitabAl Dardir pdf, kisah pristiwa isra'dan mi'raj-Bagi umat islam pristiwa isra' dan Mi'raj termasuk salah satu pristiwa bersejarah, yang pernah di lakukan oleh baginda nabi muhammad Saw. Yang hingga kini, peristiwa ini senantiasa kita peringati pada bulan rajab. Download PDF Oleh M Rikza Chamami Peristiwa Isra' dan Mi'raj bagi umat Islam menjadi fenomena sejarah yang sungguh luar biasa, terjadi satu tahun sebelum hijrah (10 tahun dari masa diutusnya Sayyid Muhammad sebagai Nabi) pada malam Isnain tanggal 27 Rajab. Pada peristiwa isra' mi'raj inilah awal mula shalat diwajibkan sekaligus hitungan jumlah rakaatnya sebagaimana hadits rasulullah yang dikutip dari kitab tajridussarih. Banyak ulama' yang berbeda pendapat tentang kapan terjadinya peristiwa isra' mi'raj disini.Menurut Al-Maududi, peristiwa ini terjadi pada tahun pertama sebelum nabi vfyMBd. 78% found this document useful 9 votes8K views11 pagesDescriptionTERJEMAH KITAB TENTANG ISRO DAN MIROJ NABI MUHAMMADCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?78% found this document useful 9 votes8K views11 pagesTerjemahan Kitab Dardir Terjemahan Kitab Dardir Kisah tentang perjalanan Mi’raj Rasulullah saw ميحرل نحرل ا مس Ketika Nabi Muhammad Saw. berbaring tidur antara ingat dan tidak ingat di kamar rumah, diantara dua sahabat yaitu Hamzah dan Abu Ja’far bin Abu Thalib tiba -tiba datang Malaikat Jibril dan Mikail, kemudian diikuti Israfil membawa beliau sampai di sumur zamzam1[1][1]. Lalu Nabi diberikan kewibawaan dan kehormatan di pundaknya dan dipenuhi dada beliau dengan ilmu pengetahuan. Menurut satu riwayat bahwa Malaikat Jibril masuk ke rumah Nabi melalui atap rumah beliau yang terbuka, kemudian Jibril membelah lubang leher Nabi sampai bada paling bawah. Jibril memerintahkan Mikail untuk membawakan baskom besar berisi air zamzam untuk membersihkan dan mensucikan hati beliau dari segala kotoran dan sifat-sifat tercela kemudian membasuhnya tiga kali dengan air tersebut. Mikail bolak-balik tiga kali membawa baskom yang berisi air zamzam untuk membersihkannya kemudian yang keempat kalinya beliau membawa baskom yang berisi emas dipenuhi dengan hikmah2[2][2] dan iman, lalu dada beliau dikosongkan dan diisi dengan sifat hilm3[3][3], kesempurnaan ilmu, keyakinan yang kuat dan pasrah/menerima qodho dan qadar dari Allah. Lalu malaikat menutup/merapatkannya kembali dada Nabi yang terbelah dan menstempel dengan stempel kenabian diantara dua pundak beliau. Setelah itu, Nabi dibawa dengan kendaraan burok 4[4][4] yang mempunyai dua sayap berada di dua pahanya, yang dapat menguatkan dua kakinya. Burok merasa berat membawa Nabi, lalu Jibril berkata kepadanya, sambil meletakkan tangannya diatas pundaknya untuk 1[1][1] Bekas pukulan sayap malaikat jibril ketika ibu Nabi Ismail, Siti Hajar kehausan bersama putranya Ismail yang masih dibuaian, ditinggal berdua oleh Nabi Ibrahim di padang sahara. Siti Hajar berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali mencari seseorang yang membawa air untuk beliau minta dan diminumnya, kemudian datanglah Malaikat Jibril memukul tanah dengan sayapnya lalu terpancarlah air dari tanah tersebut, Siti Hajar berkata”Zam, zam air banyak yang penuh berkah, maka air terse but dinamakan air Zamzam”. 2[2][2] Para Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan hikmah. Imam Nawawi berpendapat bahwa yang dimaksud hikmah disini yaitu ilmu yang mencakup pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan batin untuk mengetahui kebenaran dari-Nya lalu beliau amalkan, dan menjauhi yang bertentangan dengan kebenaran tersebut. . 3[3][3] Hilm santun antonim dari kata godhob marah tetapi terkadang semakna, dalam artian marah ketika melanggar segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. 4[4][4] Sejenis binatang ternak yang berwarna putih, berbadan tinggi besar diatas keledai dibawah bighol peranakan antara kuda dan keledai langkah tapak kakinya secepat penglihatan matanya dan dua telinganya bergerak-gerak, jika dia hendak naik gunung kedua kakinya naik keatas kakinya memanjang sedangkan jika turun gunung kedua tangannya yang memanjang kebawah. memberitahukannya”Tidak kah engkau merasa malu hai burok?. Demi Allah! tidak ada makhluk yang paling mulia di sisi Allah selain beliau, orang yang engkau bawa itu”. Seketika juga burok tersimpuh malu sampai bercucuran keringat lalu Nabi menaikinya. Ada yang berpendapat bahwa Nabi- nabi sebelum Nabi Muhammad saw. pernah mengendarai burok. Sedangkan menurut Sa’id bin Musayyab dan yang lainnya burok adalah kendaraan yang pernah ditumpangi oleh Nabi Ibrahim ketika beliau akan berangkat dari Syam menuju Mekkah baitul haram. Nabi berangkat dengan kendaraan burok didampingi oleh Jibril di sebelah kanan beliau , dan Mikail di sebelah kirinya. menurut Ibnu Sa’ad Jibril adalah orang yang bertugas sebagai pengendara burok, sedangkan Mikail sebagai pemegang tali burok. Berangkatlah Nabi didampingi Jibril dan Mikail dengan mengendarai burok sehingga sampai di sebuah tempat yang terdapat pohon kurma. Jibril berkata kepada Nabi “Turun dulu disini! Kemudian shalatlah!”. Maka beliau shalat melaksanakan apa yang diperintahkah kepadanya. Setela h itu, beliau naik burok . lalu Jibril bertanya kepada Nabi”Taukah kamu? dimana tadi kamu shalat?”. Beliau jawab ”Tidak”, akhirnya Jibril menjelaskan bahwa tadi kamu shalat di Tayyibah5[5][5]. Kemudian Nabi melanjutkan kembali perjalanannya mengendarai burok yang berjalan dengan cepat, dengan langkah kaki secepat penglihatan matanya. Ditengah perjalanan Jibril menyuruh Nabi berhenti sejenak untuk shalat terlebih dahulu, lalu Nabi melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya . Setelah selesai, kemudian beliau bergegas naik ke atas burok kembali. Tidak lama setelah itu, Jibril bertanya lagi kepada Nabi Sebagaimana yang sebelumnya ”Taukah kamu? dimana tadi kamu shalat?”. Beliau menjawab”Tidak”, lalu Jibril memberikan jawaban bahwa tadi kamu shalat di Madyan6[6][6]. Kemudian Nabi melanjutkan kembali perjalanannya mengendarai burok sehingga sampai di suatu tempat, lalu Jibril menyuruh Nabi berhenti untuk shalat di tempat tersebut. Akhirnya beliau menuruti apa yang diperintahkan Jibril kepadanya. Setelah selesai shalat, beliau langsung naik burok untuk melanjutkan perjalanan. Kemudian tidak lama setelah itu, Jibril bertanya kembali kepada Nabi sebagaimana pertanyaan sebelumnya”Taukah kamu? dimana tadi kamu shalat?”. Beliau menjawab”Tidak”, lalu Jibri l memberikan jawaban bahwa tadi kamu shalat di Thursina7[7][7]. Kemudian Nabi ditemani oleh Jibril dan Mikail dibawa oleh burok untuk melanjutkan perjalanan sampai di suatu tempat yang nampak dengan jelas istana-istana negeri Syam. lalu Jibril menyuruh Nabi berhenti untuk shalat di tempat tersebut. Akhirnya beliau menuruti apa yang diperintahkan Jibril kepadanya. Setelah selesai shalat, beliau langsung naik burok untuk melanjutkan perjalanan. Kemudian tidak lama setelah itu, Jibril bertanya kembali kepada Nabi 5[5][5] Yaitu Madinah Al-Munawwarah disebut Tayyibah karena tempatnya yang dianggap baik dan suci, yang menjadi tujuan hijrah kaum muslimin mekkah , dan disini pula tempat turunnya wahyu. 6[6][6] Nama satu perkampungan yang terlatak di depan kota Gujjah dekat pohon yang dijadikan tempat berteduh dan berlindung oleh Nabi Musa ketika keluar dari mesir takut dari kejaran Fira’un . 7[7][7] Thursina atau Thursinin sebagaimana terdapat dalam surat At-Tin , yaitu nama suatu gunung yang terkenal di syam , tapi ada juga yang mengatakan bahwa Thur itu adalah nama gunung sedangkan sina itu nama lembah. Di Thursina ini nabi musa menerima wahyu dari Allah, dan beliau dapat kesempatan untuk dapat berkomunikasi langsung dengan-Nya. sebagaimana pertanyaan sebelumnya”Taukah kamu? dimana tadi kamu shalat?”. Beliau menjawab”Tidak”, lalu Jibril memberikan jawaban bahwa tadi kamu shalat di Baitlehm8[8][8]. Ketika Nabi melakukan perjalanan diatas burok tiba-tiba beliau melihat Ifrit9[9][9] yang hendak menghampirinya dibelakang beliau dengan membawa obor di tangannya, setiap kali Nabi melirik ke arah ifrit tersebut, dia membalas memandang beliau. Jibril bertanya kepada Nabi”Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kata yang dapat kamu ucapkan, dan apabila kamu mengucapkannya niscaya obor yang ada di tangan ifrit tersebut akan padam, dan dia akan jatuh tersungkur binasa?”. Beliau menjawab”Ya mau”, katakanlah! A ku berlindung kepada dzat Allah yang mulia dan dengan kalimah-kalimah allah yang sempurna yang tidak akan melampui batas bagi orang yang shaleh, tidak juga bagi orang yang jahat apabila mengucapkannya, dari suatu kejahatan yang turun dari langit, kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang bertebaran di bumi, dan kejahatan yang keluar dari bumi, dan dari berbagai fitnah malam dan siang, dari kejahatan jalan-jalan malam dan siang kecuali satu jalan yang mengantarkan kepada kebaikan. Ya Rahman! Akhirnya obor yang dibawa oleh Ifrit itu padam dan dia jatuh tersungkur binasa. Kemudian Nabi bersama Jibril dan Mikail melanjutkan perjanannya kembali, sampai tiba di suatu kaum yang sedang menanam tanaman. Tidak lama kemudian, mereka dapat memanennya mengambil hasil panen, setelah diambil hasil panennya, tanaman tersebut kembali seperti semula seperti sebelum panen. Lalu Nabi bertanya kepada Jibril “Apa ini?” Jibril menjawab mereka adalah orang -orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Sesuatu yang mereka infakkan maka Allah akan menggantinya. Lalu beliau mencium bau harum, karena merasa penasaran akhirnya beliau menanyakan hal tersebut kepada Jibril “Harum bau apa ini?” dia menjawab”Itu harum baunya Masyithoh, seorang pembantu kerajaan fir’aun yang kerjanya adalah menyisir rambut anak perempuannya fira’un”. Ketika dia sedang menyisir rambut putri fira’un tiba -tiba sisirnya jatuh, dengan spontan masyithoh mengucapkan” Bismillahi” terdengarlah perkataan tersebut oleh putri fira’un, karena merasa ayahnya telah ditipu selama ini diam-diam beriman kepada Allah lalu dia berkata kepada Masyithoh”Akan aku beritahukan kejadian ini kepada ayahku? Dengan lantang dan penuh keyakinan masyithoh menjawab”Ya, silahkan!”, tidak lama kemudian fir’aun memanggil masyithoh untuk menghadapnya, setelah masyithoh menghadap, fira’un berkata kepadanya”Apakah kamu mempunyai tuhan selainku?” masyithoh menjawab ”Ya, tuhanku dan tuhanmu adalah Allah. Konon wanita Masyithoh tersebut mempunyai 2 anak dan seorang suami. Fi ra’un merayu dia dan suaminya untuk meninggalkan agamanya, akan tetapi keduanya menolak ajakan tersebut. Fir’aun berkata kepadanya “Sungguh saya akan membunuh kalian berdua”. Lalu masyithoh meminta kepada fir’aun seraya berkata “Merupakan suatu kebaikan darimu atas kami, apabila kamu membunuh kami maka kuburkanlah jasad kami di satu kuburan”. Lalu fira’un berkata”Ini upahmu dari kami yang menjadi hakmu”. Kemudian dia memerintahkan kepada prajuritnya untuk membawakan katel besar dari tembaga lalu panaskan sampai benar-benar panas, setelah panas, masyitoh dan putra-putranya dilemparkan kedalamnya katel besar tesebut. Satu persatu mereka dilemparkan sampai giliran putranya yang paling kecil yang masih disusui oleh ibunya. Dia berkata”hai ibuku lemparkan saja aku dan janganlah engkau ragu-ragu karena 8[8][8] Yaitu nama perkampungan yang terletak di depan Baitul Muqoddas, disebut Baitlehm karena disana nabi musa lahir dari perut Ibunya tanpa mengandung terlebih dahulu. 9[9][9] Yaitu jin yang sangat kuat dan jorok. 100% found this document useful 2 votes3K views20 pagesDescriptionTerjemah Kisah Isra Mi'Raj dari kitab Dardir Mi'rajCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes3K views20 pagesTerjemah Kisah Isra Mi'RajJump to Page You are on page 1of 20 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 18 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.